Asus

Universitas Komputer Indonesia (Unikom) akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kompetisi Roket Nasional 2015. Tim Roket Unikom yang sudah menjuarai selama 6 tahun berturut-turut sebagai juara umum Roket Nasional, menargetkan akan mempertahankan gelar juara umum.
 
Penunjukan tuan rumah kompetisi pembuatan roket nasional tersebut sudah diminta oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Demikian diungkapkan Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto kepada wartawan di sela-sela open house Unikom di Jalan Dipatiukur, Senin (23/2/2015).

"Kita sudah diminta Dikti dan Lapan untuk menjadi tuan rumah kompetisi roket nasional. Kita sudah sanggupi. Selama ini kan kegiatannya pasti di Jawa Tengah atau di Jawa Timur. Sekarang alhamdulillah memercayakan kepada kita di Jawa Barat," kata Eddy.

Namun, baik Dikti maupun Lapan belum mengonfirmasi soal waktu dan tempat pelaksanaan kompetisi. Biasanya waktu pelasanannya pada pertengahan tahun. Sementara untuk tempatnya di pinggir pantai.

"Kalau pun di Kota Bandung pasti akan dipilih tempat yang memungkinkan. Nanti bagaimana kalau roketnya jatuh lagi. Ya biasanya di pinggir pantai," ujar Eddy.

Ditanya persiapan Unikom menjadi tuan rumah, Eddy mengatakan pihaknya terus membangun roket-roket baru. Target Unikom harus mempertahankan juara umum dalam kompetisi tersebut. Kalau soal teknis, pihaknya masih menunggu konfirmasi lagi dari Dikti dan Lapan.

"Secara teknis belum dibicarakan. Namun yang paling membanggakan adalah ini momentum langka yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi di Bandung. Kemarin saja dua tahun berturut-turut dilaksanakan oleh UGM," tegasnya.

Ketua Divisi Roket Unikom Endri Rachman mengatakan, tim roket yang nanti berlaga merupakan tim junior, bukan tim sebelumnya. Pasalnya, dia berharap tim roket tersebut terus memiliki regenerasi keilmuan dan pengalaman. Dari segi pembuatan pun, pihaknya akan menggunakan metode permodelan atau simulasi yang pada tim sebelumnya tidak digunakan.

Rencananya tim junior roket ini pun akan diikut sertakan pada kompetisi roket tingkat dunia. Sehingga untuk di kompetisi nasional ini, mempertahankan juara umum adalah hal yang mutlak.

Untuk bagian teknisnya, ia menargetkan akan memperbaiki beberapa kemampuan komponen roket. Pada tahun sebelumnya, kemampuan roket hingga ketinggian 200 meter. Targetnya tahun ini timnya akan membuat roket yang bisa melaju hingga ketinggian 300 meter.

Menurutnya, sebagai tuan rumah, timnya menyerahkan sepenuhnya kewenangan dari pihak kampus mengenai tempat penyelenggaraan kompetisi. Akan tetapi, dipastikan untuk kompetisi roket tidak berdekatan dengan pemukiman warga.

“Kami menyarankan untuk digelar di Pantai Pamengpeuk. Karena Lapan memiliki area peluncuran roket di sana,” tandasnya.

Berita Lainnya

TInggalkan Komentar